Infrastruktur Pemerintah
Home / Pemerintah / Blackout Sumatera Lumpuhkan Aktivitas Warga dan Industri

Blackout Sumatera Lumpuhkan Aktivitas Warga dan Industri

blackout sumatra opinijatim
blackout sumatra opinijatim

OpiniJatim.com – Pemadaman listrik massal yang melanda tujuh provinsi di Pulau Sumatera pada Jumat malam, 22 Mei 2026, melumpuhkan aktivitas warga dan industri. Blackout selama hampir 4,5 jam ini menimbulkan kepanikan di berbagai wilayah serta kerugian ekonomi yang signifikan.

Pemadaman terjadi mulai pukul 18.30 hingga 23.03 WIB, meliputi Sumatra Barat, Riau, Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Lampung. PLN menyebut gangguan transmisi 275 kV akibat cuaca ekstrem di jalur SUTET 175-176, Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Muara Jambi, sebagai penyebab utama. Putusnya konduktor membuat seluruh sistem kelistrikan Sumatera terhenti.

Kegelapan total melanda jalan-jalan utama, pusat perdagangan terpaksa tutup, dan sinyal telekomunikasi ikut terputus. Warga menggunakan lilin, lampu darurat, hingga lampu kendaraan untuk beraktivitas. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan memperlihatkan betapa vitalnya pasokan listrik bagi kehidupan sehari-hari.

Sektor usaha kecil hingga menengah mengalami kerugian besar. Laundry tidak bisa beroperasi, tukang cukur kehilangan pelanggan, pedagang makanan dan minuman dingin merugi karena dagangan rusak, sementara warung internet dan toko kelontong terpaksa menghentikan layanan. Pedagang kaki lima juga mengeluhkan penurunan penjualan akibat suasana gelap dan panas.

Selain kerusakan alat elektronik akibat tegangan listrik tidak stabil, pedagang kehilangan pemasukan harian. Bahan makanan dan minuman dingin di lemari pendingin rusak, menambah beban kerugian warga dan pelaku usaha.

Bareskrim Usut Listrik Padam Massal di Sumatera, PLN Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu

PLN menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan dan menegaskan tim teknis segera menangani pemulihan. Kementerian ESDM menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab blackout, sementara DPRD Medan mendesak PLN bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada warga. Bareskrim Polri juga mengirim tim ke Jambi untuk memastikan penyebab gangguan, dengan hasil awal menunjukkan tidak ada indikasi kesengajaan manusia.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni menegaskan tim gabungan bersama Puslabfor dan PLN masih melakukan pemeriksaan di lokasi gangguan. Blackout ini disebut sebagai salah satu gangguan paling serius dalam sistem kelistrikan Sumatera karena dampaknya yang luas terhadap aktivitas sosial dan ekonomi. Hingga Minggu (24/5/2026), penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti serta langkah pencegahan di masa depan.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *