Uncategorized
Home / Uncategorized / Deretan 14 Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah, dari Jiwasraya hingga Pertamina

Deretan 14 Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah, dari Jiwasraya hingga Pertamina

Jampidsus Febrie Adriansyah saat menangani berbagai kasus korupsi besar di Indonesia.
Jampidsus Febrie Adriansyah tercatat menangani berbagai perkara korupsi besar, mulai dari Jiwasraya, Asabri, BTS Kominfo, PT Timah hingga dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina.

Jakarta – Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, Febrie dikenal sebagai salah satu jaksa yang menangani sejumlah perkara korupsi berskala besar dengan nilai kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah.

Sejak dipercaya memimpin bidang tindak pidana khusus di Kejaksaan Agung, Febrie terlibat dalam pengungkapan berbagai kasus strategis yang melibatkan korporasi, pejabat negara, hingga sektor sumber daya alam.

Berikut 14 perkara besar yang pernah ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah:

  1. Kasus Korupsi PT Asuransi Jiwasraya
    Kejaksaan mengusut dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp16,8 triliun.
  2. Kasus Korupsi PT Asabri
    Penyidikan mengungkap dugaan penyimpangan pengelolaan dana investasi PT Asabri dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp22,7 triliun.
  3. Korupsi Ekspor Minyak Goreng dan CPO
    Kasus ini menyeret sejumlah pejabat dan pelaku usaha terkait pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) yang diduga melanggar aturan.
  4. Korupsi BTS 4G Kominfo
    Perkara pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi salah satu kasus terbesar yang berhasil diungkap Kejaksaan dengan kerugian negara lebih dari Rp8 triliun.
  5. Korupsi PT Timah
    Dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah periode 2015–2022 diperkirakan menimbulkan kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah.
  6. Korupsi Impor Gula
    Kejaksaan juga menangani dugaan penyimpangan dalam kebijakan impor gula yang menyeret mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong sebagai tersangka.
  7. Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina
    Penyidikan perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina menjadi salah satu kasus terbesar yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung dengan nilai kerugian negara yang sangat besar.
  8. Korupsi PT Garuda Indonesia
    Kasus pengadaan pesawat dan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh maskapai pelat merah juga masuk dalam daftar perkara yang ditangani.
  9. Korupsi PT Waskita Karya
    Dugaan penyimpangan dalam pembiayaan proyek dan penggunaan dana perusahaan pelat merah menjadi fokus penyidikan Kejaksaan.
  10. Korupsi PT Duta Palma Group
    Kejaksaan mengusut dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait penguasaan lahan sawit secara ilegal.
  11. Korupsi Fasilitas Ekspor CPO
    Penyidik menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian izin ekspor minyak sawit mentah.
  12. Korupsi Pengelolaan Komoditas Timah
    Selain menjerat sejumlah pengusaha, perkara ini juga mengungkap dugaan praktik tata niaga yang merugikan negara dalam jumlah besar.
  13. Korupsi Sektor Pertambangan
    Sejumlah perkara di sektor pertambangan mineral dan batu bara turut ditangani Kejaksaan sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap pengelolaan sumber daya alam.
  14. Berbagai Kasus Tindak Pidana Korupsi Strategis Lainnya
    Di bawah kepemimpinan Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung juga menangani sejumlah perkara korupsi yang melibatkan pejabat negara, korporasi, hingga tindak pidana pencucian uang sebagai pengembangan dari perkara utama.

Selama menjabat sebagai Jampidsus, Febrie Adriansyah dikenal mendorong pengungkapan perkara korupsi bernilai besar, termasuk dengan pendekatan pemulihan kerugian negara melalui penyitaan aset hasil tindak pidana. Sejumlah kasus yang ditangani bahkan menjadi perhatian publik karena melibatkan perusahaan besar, pejabat tinggi, dan nilai kerugian negara yang fantastis.*(red)

Sumber : Kompas.com

Kartika DPRD Malang Desak Perlindungan Anak dari Self-Harm dan Gangguan Kesehatan Mental

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *