Politik Uncategorized
Home / Uncategorized / Kartika DPRD Malang Desak Perlindungan Anak dari Self-Harm dan Gangguan Kesehatan Mental

Kartika DPRD Malang Desak Perlindungan Anak dari Self-Harm dan Gangguan Kesehatan Mental

Malang, OpiniJatim.com – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Kartika SE, MPd, mendesak perhatian serius terhadap maraknya gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja yang berujung self-harm. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam dialog serap aspirasi reses awal tahun 2026 di Hotel Tuwuh, Kecamatan Klojen, Senin (9/2/2026).

Kartika, politisi Partai Golkar yang mantan guru PAUD, menekankan bahwa kasus depresi hingga bunuh diri di kalangan pelajar Malang tidak boleh diabaikan. “Beberapa kejadian anak atau remaja mengakhiri hidupnya ini tidak boleh dikesampingkan begitu saja. Di Kota Malang beberapa kali ada kejadian ini juga karena depresi dan yang lainnya. Kami di dewan sangat memperhatikan fenomena ini dan masyarakat juga seperti itu,” ujarnya.

Dialog tersebut dihadiri warga Kecamatan Klojen yang aktif memberikan masukan konkret untuk menekan tingkat stres pelajar. Salah satu usulan paling menonjol adalah melibatkan orang tua dalam sesi belajar-mengajar di sekolah secara berkala. “Warga khususnya mereka yang orang tua ingin lebih banyak dilibatkan. Misal ada satu sesi saja agar orang tua bisa terlibat datang ke sekolah. Menjadi satu dalam sesi belajar nanti diatur bisa seperti apa kegiatannya. Yang penting mereka ingin terlibat,” tambah Kartika.

Usulan ini langsung mendapat sambutan positif dari legislator berpengalaman di bidang pendidikan tersebut. Ia menilai keterlibatan orang tua krusial sebagai pihak terdekat yang bisa mendeteksi dini gangguan kesehatan mental anak, seperti self-harm akibat tekanan akademik atau lingkungan.

Selain itu, warga juga meminta pembinaan intensif berupa pelatihan parenting. Mereka ingin materi edukasi tentang teknik mencegah self-harm, pengelolaan stres, dan adaptasi tumbuh kembang anak di era digital. “Seperti materi edukasi, pelatihan parenting bagaimana mencegah self-harm dan banyak lainnya. Ini saya pikir masukan yang sangat baik bagi kami di legislatif agar kami komunikasikan dengan dinas terkait. Kami banyak diskusi, dan warga banyak yang ingin kegiatan-kegiatan edukasi seperti itu,” pungkas Kartika.

DPRD Malang Desak Sanksi Tegas Dapur MBG Usai Skandal Belatung di Puding!

Kartika berkomitmen menjembatani aspirasi ini ke dinas pendidikan dan sosial Kota Malang untuk program nyata. Langkah ini sejalan dengan isu nasional kesehatan mental anak pasca-pandemi, di mana data Kemenkes RI mencatat peningkatan kasus depresi remaja hingga 20% dalam dua tahun terakhir.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi DPRD Malang dalam mengintegrasikan suara masyarakat ke dalam kebijakan lokal. Dengan demikian, perlindungan anak dari ancaman self-harm dan gangguan kesehatan mental diharapkan semakin terjamin.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *