Uncategorized
Home / Uncategorized / Ketua DPRD Malang Apresiasi Pesta Rakjat BTU: Bukti Sinergi Warga dan Pemerintah

Ketua DPRD Malang Apresiasi Pesta Rakjat BTU: Bukti Sinergi Warga dan Pemerintah

Malang, opinijatim.com – Kehangatan perayaan kemerdekaan terasa kental di RW 18 Kelurahan Madyopuro, Kota Malang. Pesta Rakjat BTU Tempo Doeloe yang digelar selama tiga hari, 22–24 Agustus 2025, menjadi magnet kebersamaan warga dan simbol sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

Acara yang mengusung nuansa tempo dulu ini menghadirkan jajanan tradisional, pertunjukan seni bantengan, hingga pameran UMKM lokal. Jalan utama Blok GA Perumahan BTU disulap menjadi arena nostalgia yang menyatukan generasi muda dan tua dalam semangat kemerdekaan.

Kehadiran Ketua DPRD Kota Malang, Amitya Ratnanggani Sirraduhita, menjadi sorotan tersendiri. Ia datang bersama Wali Kota Wahyu Hidayat dan jajaran Forkopimda, menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif warga dalam memperingati HUT RI ke-80.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas warga RW 18. Ini bukan hanya perayaan, tapi bentuk nyata partisipasi publik dalam membangun identitas lokal yang kuat,” ujar Amitya saat ditemui di sela acara, Sabtu malam (23/8).

Menurut Amitya, kegiatan seperti ini perlu terus didorong karena mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai Pesta Rakjat BTU sebagai contoh ideal dari demokrasi partisipatif yang tumbuh dari akar rumput.

Kartika DPRD Malang Desak Perlindungan Anak dari Self-Harm dan Gangguan Kesehatan Mental

“Ketika warga bergerak, pemerintah wajib hadir dan mendukung. Inilah wajah Malang yang inklusif dan berbudaya,” tambahnya.

Ketua RW 18, Reza Setyawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para pemimpin kota. Ia menegaskan bahwa acara ini lahir dari semangat gotong royong dan kerinduan akan suasana khas masa lalu.

“Kami ingin menghadirkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang dulu begitu kuat. Tema tempo doeloe kami pilih agar generasi muda bisa mengenal budaya leluhur,” kata Reza.

Sebanyak 35 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam bazar, menjajakan produk kuliner dan kerajinan tangan. Warga dari berbagai RT dan kelurahan sekitar juga ikut meramaikan acara yang berlangsung meriah hingga malam hari.

Pesta Rakjat BTU Tempo Doeloe bukan sekadar nostalgia, tetapi juga momentum membangun solidaritas dan ekonomi warga. Ketua DPRD Malang berharap kegiatan serupa bisa direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari gerakan budaya dan pemberdayaan masyarakat.(ddk)

Kesenjangan Ekonomi Jadi Isu Utama di APBD 2026, DPRD Soroti 34 Ribu Warga Kota Malang Masih di Garis Kemiskinan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *