OpiniJatim.com — Bank Jatim resmi meluncurkan aplikasi digital JConnect Edu sebagai langkah nyata mendukung transformasi dunia pendidikan di Jawa Timur. Aplikasi ini diharapkan mampu mempermudah transaksi biaya pendidikan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Peluncuran JConnect Edu berlangsung pada Selasa (21/4) di Hotel Platinum Surabaya, sekaligus dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Bank Jatim terkait penyaluran Dana BOS. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta jajaran direksi Bank Jatim.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa JConnect Edu dirancang untuk mendukung pendidikan mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. “Pendidikan adalah fondasi utama untuk kemajuan Jatim. Bank Jatim sebagai banknya masyarakat Jawa Timur memiliki tanggung jawab untuk turut serta mendukung ekosistem pendidikan. Karena itulah, hari ini menjadi momentum penting bagi kami meluncurkan layanan JConnect Edu, sebuah platform digital terintegrasi yang kami dedikasikan untuk dunia pendidikan,” ujarnya.
Aplikasi ini memfasilitasi pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account maupun QRIS, serta mengelola data keuangan dan administrasi lembaga pendidikan. Orang tua siswa juga dapat mengakses informasi sekolah, mulai dari pembayaran, absensi, jadwal pelajaran, hingga komunikasi dengan guru. Winardi menambahkan, “Sekolah tidak perlu membangun sistem sendiri. Tagihan, absensi, tugas, hingga komunikasi dengan orang tua dapat terintegrasi dalam satu aplikasi. Bagi wali murid, akan memberikan kemudahan dan fleksibilitas pembayaran pendidikan dari saluran perbankan.”
Selain itu, Bank Jatim kembali dipercaya menyalurkan Dana BOS untuk jenjang SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur. “Kami siap mendampingi penyaluran Dana BOS melalui seluruh jaringan kantor Bank Jatim dan mengawal agar memberikan dampak maksimal bagi pendidikan,” tegas Winardi.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai inovasi ini sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan layanan pendidikan berjalan efektif dan efisien. Kami berharap dengan adanya sinergitas ini dapat memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam mengelola anggaran secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan,” ujarnya.
Aries menambahkan, kerja sama ini mendukung sistem pembayaran non-tunai, memastikan pengelolaan dana lebih modern dan terintegrasi, serta memperkuat elektronifikasi transaksi pemerintah. “Dengan sistem non tunai, keamanan dana lebih terjamin, meminimalisir penyalahgunaan anggaran, serta mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah,” tutupnya.



Comment