Malang, Opinijaitm.com – Bakorwil III Malang terus menorehkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, dengan akuntabilitas anggaran yang ketat menjadi pilar utama kesuksesan di bawah kepemimpinan Asep Kusdinar, S.Hut., M.H. Instansi pemerintahan yang meliputi wilayah Malang Raya ini berhasil menyabet deretan penghargaan bergengsi dari berbagai ajang tingkat provinsi Jawa Timur, membuktikan komitmen kuat dalam reformasi birokrasi, pelayanan publik, inovasi, dan keterbukaan informasi. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kinerja moncer, tetapi juga menjadi contoh bagi instansi lain di tengah tantangan pemangkasan anggaran yang kerap dihadapi sektor publik.
Di antara capaian unggulan, Bakorwil III Malang meraih predikat Badan Publik Informatif dengan nilai skor tertinggi 94,25 dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, sebuah pengakuan atas transparansi dan aksesibilitas informasi publik yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, pada Jatim Public Relation Award (JPRA) 2025 kategori media audio, Bakorwil menduduki peringkat Terbaik 2, menunjukkan keunggulan dalam komunikasi publik yang efektif dan inovatif. Tidak berhenti di situ, instansi ini juga memborong dua penghargaan dalam ajang Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Pemerintahan (ITK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mencakup pengembangan aplikasi dan sistem digital untuk mendukung efisiensi layanan kepada masyarakat. Capaian ini diraih secara bertahap sepanjang tahun fiskal 2025, dengan puncaknya di awal 2026, di mana pengelolaan anggaran yang akuntabel memastikan setiap rupiah dialokasikan secara tepat sasaran.

Asep Kusdinar, sebagai Pimpinan Bakorwil III Malang, menekankan peran sentral akuntabilitas anggaran dalam membangun budaya kerja berintegritas. Dalam pernyataannya yang dikutip dari malangposcomedia.id, ia menyatakan, “Kunci prestasi Bakorwil Malang adalah akuntabilitas anggaran,” seraya menambahkan bahwa “pengelolaan yang transparan dan ketat memungkinkan kami tetap moncer meski menghadapi berbagai keterbatasan anggaran.” Kutipan serupa juga terdapat di serayunusantara.com, di mana Asep Kusdinar menegaskan, “Deretan prestasi bergengsi ini bukti kuatnya akuntabilitas anggaran di Bakorwil III Malang, yang menjadi fondasi berkelanjutan untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik.” Komitmen ini diterapkan melalui pengawasan ketat terhadap realisasi anggaran, audit internal rutin, serta pemanfaatan teknologi untuk pelaporan real-time, sehingga menghindari penyimpangan dan memaksimalkan dampak bagi masyarakat Malang Raya.
Lebih lanjut, prestasi Bakorwil III Malang tidak hanya terbatas pada penghargaan formal, tetapi juga berdampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayahnya. Misalnya, inovasi ITK yang diraih membantu mempercepat proses perizinan dan koordinasi antar-dinas, sementara keterbukaan informasi melalui platform digital memudahkan warga mengakses data pemerintahan. Di tengah dinamika pemerintahan provinsi yang dipimpin Gubernur Jawa Timur, capaian ini memperkuat posisi Bakorwil sebagai ujung tombak koordinasi wilayah, khususnya di Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan sekitarnya. Hingga April 2026, tren prestasi ini diprediksi terus berlanjut, dengan fokus pada target tahun fiskal baru yang menekankan efisiensi dan akuntabilitas lebih tinggi lagi.
Kemenangan Bakorwil III Malang ini menjadi inspirasi bagi birokrasi lokal di Jawa Timur, menunjukkan bahwa dengan manajemen anggaran yang baik, prestasi kelas kakap bisa diraih tanpa mengorbankan kualitas layanan. Masyarakat Malang Raya patut berbangga dengan kinerja instansi yang dipimpin Asep Kusdinar, yang terus membuktikan bahwa akuntabilitas adalah jalan menuju tata kelola pemerintahan yang prima.(red)



Comment