MALANG, opinijatim.com – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengganti armada kendaraan dinas berbahan bakar konvensional menjadi mobil listrik mendapat tanggapan dingin dari DPRD Kota Malang. Ketua DPRD, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, meminta Pemkot tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren kendaraan listrik.
“Hitung dulu, jangan gegabah. Efisiensi itu harus dibuktikan dengan angka, bukan narasi,” tegas Amithya saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Wacana peralihan ke mobil dinas listrik muncul seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemkot Malang mengklaim langkah tersebut berpotensi menghemat anggaran daerah dalam jangka panjang. Namun Amithya menegaskan klaim efisiensi tidak cukup hanya menjadi jargon, dan menantang Pemkot membuktikannya melalui kajian yang komprehensif dan terukur.
Ia menekankan setiap rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dipertanggungjawabkan secara matang, termasuk memastikan apakah penggantian ke mobil listrik benar-benar menjadi solusi efisiensi dan seberapa besar penghematan yang bisa dihasilkan.
Amithya juga mengingatkan bahwa rencana pengadaan mobil dinas baru bukan perkara anggaran kecil, mengingat penggantian tidak hanya menyasar satu-dua unit kendaraan, melainkan seluruh armada dinas Pemkot Malang yang jumlahnya cukup banyak. Ia meminta pemerintah daerah memastikan kemampuan APBD sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, jika tujuan utama Pemkot adalah efisiensi anggaran, semestinya opsi tidak hanya terpaku pada kendaraan listrik. Ia menyebut masih banyak pos anggaran lain yang berpotensi dipangkas tanpa memerlukan investasi awal sebesar penggantian armada kendaraan.
Ia memberi batasan tegas: jika hasil kajian menunjukkan selisih penghematan yang kecil dibanding besarnya biaya investasi, maka wacana tersebut sebaiknya tidak dilanjutkan. Sebaliknya, jika kajian menunjukkan efisiensi yang signifikan, DPRD tidak keberatan rencana itu direalisasikan.
Menanggapi desakan DPRD, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyatakan Pemkot belum mengambil keputusan final terkait wacana tersebut. Ia menjelaskan saat ini pemerintah daerah masih melakukan pemodelan dan simulasi angka investasi dibandingkan potensi penghematan BBM, guna memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berdasar pada perhitungan yang matang.*(red/ddk)



Comment