OpiniJatim.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Athoillah, Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, yang menyebutkan bahwa distribusi akan tetap dilakukan dengan penyesuaian menu agar sesuai dengan kebutuhan anak-anak yang berpuasa.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, mengimbau agar menu MBG lebih tepat guna dengan menghadirkan makanan kering untuk berbuka puasa.
“Pada intinya MBG di bulan suci Ramadhan kan terus berjalan ya, kami menghimbau agar pemberian MBG untuk anak-anak sebaiknya makanan kering saja untuk menu buka puasa seperti makanan kering salah satunya ya roti,” ujar Politisi Gerindra itu.
Ginanjar juga menekankan pentingnya kreativitas SPPI dalam menyusun menu agar lebih variatif. Menurutnya, hal ini tidak hanya membuat anak-anak lebih bersemangat, tetapi juga dapat membantu UMKM lokal dalam memenuhi suplai kebutuhan dapur. Ia menambahkan, jika terjadi kelangkaan bahan baku, SPPI bisa memanfaatkan alternatif lain.
“Misalkan ada kelangkaan susu, bisa diganti dengan produk lain yang mempunyai kandungan gizi yang sama, seperti kacang hijau, kedelai, atau buah degan,” tandasnya.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Ustadz Rokhmad, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS. Ia menilai program MBG sebaiknya diliburkan selama Ramadhan karena dianggap dapat mengganggu ibadah puasa anak-anak.
“Makan bergizi untuk anak-anak sangat penting, agar tumbuh kembang mereka menjadi baik sehingga jadi generasi yang kuat dan tangguh. Namun dalam tubuh manusia ada jasmani dan rohani. Alhamdulillah ada di antara 12 bulan ada Ramadhan umat Islam diwajibkan untuk berpuasa menahan diri tidak makan dan minum mulai terbit fajar hingga adzan magrib,” ujarnya.
Dengan adanya perbedaan pandangan di kalangan anggota DPRD, pelaksanaan MBG selama Ramadhan tetap menjadi perhatian. Mayoritas menekankan pentingnya menjaga asupan gizi anak-anak, namun tetap menyesuaikan dengan ibadah puasa yang dijalankan.



Comment