Dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar kegiatan bertajuk Ngalam Rijik pada Minggu, 21 September 2025. Aksi bersih-bersih ini dipusatkan di kawasan Sungai Metro dan berhasil menyedot perhatian berbagai elemen masyarakat serta pejabat daerah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, serta anggota Komisi A H. Rokhmad, S.Sos dan Komisi D Aris Verdyianto, ST. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Malang.
World Cleanup Day sendiri merupakan gerakan global yang dimulai dari Estonia pada 2008 dan kini telah menjangkau lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Tahun ini, Indonesia kembali mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah relawan terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut.
Kegiatan Ngalam Rijik bertujuan utama untuk mencegah banjir dengan membersihkan aliran Sungai Metro dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan dan keberlanjutan ekosistem.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkomitmen dalam pelestarian lingkungan demi keberlanjutan Kota Malang.
Rangkaian acara dimulai dengan apel bersama yang diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan kader lingkungan. Setelah itu, dilakukan penyerahan simbolis alat kebersihan dan kompos kepada perwakilan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kebersihan berkelanjutan.
Tak hanya itu, aksi tanam pohon dan pembersihan sungai menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Para peserta tampak antusias memungut sampah dan membersihkan bantaran sungai, menciptakan suasana gotong royong yang kental di tengah masyarakat.
Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup, kegiatan seperti ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan hidup.
DLH Kota Malang berharap kegiatan Ngalam Rijik dapat menjadi agenda rutin tahunan yang melibatkan lebih banyak partisipasi publik. Dengan demikian, kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dan mengakar di masyarakat.
Melalui semangat World Cleanup Day 2025, Kota Malang menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari aksi lokal. Sungai Metro yang lebih bersih hari ini menjadi simbol harapan akan masa depan lingkungan yang lebih lestari dan sehat bagi generasi mendatang.*ddk



Comment