Malang, OpiniJatim.com – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita aktif mendukung pelestarian budaya Jawa Timur dengan menghadiri acara Penyerahan Apresiasi Pelaku Budaya, Tambahan Honorarium Juru Pelihara, dan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Acara prestisius ini digelar oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKB Jatim), Surabaya, pada Minggu, 22 Februari 2026. Kehadiran Amithya, yang akrab disapa Mia, menegaskan komitmen legislatif kota Malang dalam melestarikan warisan budaya takbenda sebagai identitas bangsa dan potensi ekonomi kreatif.
Ratusan pelaku budaya, juru pelihara, dan tokoh masyarakat memadati TKB Jatim dalam momen bersejarah ini. Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan apresiasi kepada para pelestari tradisi seperti seni tari, gamelan, dan ritual adat. Tambahan honorarium diberikan untuk juru pelihara sebagai penghargaan atas dedikasi mereka, sementara Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) resmi diberikan kepada kelompok dan individu berprestasi. Amithya menyampaikan sambutan inspiratif, menekankan sinergi DPRD Kota Malang, Pemprov Jatim, dan masyarakat untuk generasi milenial turut melestarikan budaya.
Acara ini menyoroti 15 praktik budaya takbenda baru dari Jatim, termasuk tari topeng Cirebon adaptasi lokal dan karawitan khas daerah. “Warisan takbenda adalah napas Jawa Timur, termasuk Malang dengan Candi Singosari dan sekar gadung. Kita harus jadikan ini sumber ekonomi kreatif,” tegas Amithya, sejalan dengan program Pemkot Malang yang selaras RPJMD dan RKPD 2026. Gubernur Khofifah menargetkan 50 sertifikat WBTbI tambahan tahun ini, bekerja sama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Bagi Malang, yang kaya situs budaya seperti Kampung Candi dan tradisi adat, kehadiran Amithya membawa dampak nyata. Data Pemprov Jatim tunjukkan ekonomi kreatif budaya sumbang Rp 15 triliun per tahun, berpotensi naik 20% pasca sertifikasi. DPRD Kota Malang janjikan dukungan anggaran 2027 untuk festival lokal seperti Arema FC cultural night dan event budaya inklusif. Acara meriah dengan penampilan seni tradisional tarik ribuan pengunjung, wujudkan visi Indonesia Emas 2045 via budaya Jatim.



Comment