Politik
Home / Politik / Asmualik Dorong Malang Mbois Berkelas Lewat Aspirasi Warga Blimbing

Asmualik Dorong Malang Mbois Berkelas Lewat Aspirasi Warga Blimbing

Malang, opinijatim.com – Semangat membangun Kota Malang yang berkelas dan inklusif kembali digaungkan oleh anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, H. Asmualik, ST., dalam kegiatan Reses II Tahun 2025 yang digelar di Gedung Taman Siswa Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Lebih dari 300 warga hadir menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari isu pemakaman hingga layanan kesehatan.

Salah satu topik yang mencuat adalah proyeksi kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang yang ditargetkan mencapai Rp4 triliun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Target ini dinilai sebagai arah pembangunan yang harus diperjuangkan bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Target ini bukan angka mati, tapi arah pembangunan yang harus kita perjuangkan bersama. Kita optimis karena potensi daerah kita besar,” ujar Asmualik di hadapan warga, Jumat (6/9/2025).

Namun, pembangunan tidak hanya soal anggaran. Warga juga menyoroti isu layanan kesehatan, khususnya perbedaan perlakuan antara peserta BPJS Mandiri dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Keluhan muncul terkait akses pengobatan penyakit kronis yang dinilai tidak merata dan cenderung diskriminatif.

“Kami ingin tahu, kenapa pasien KIS kadang tidak mendapat layanan rutin seperti peserta mandiri?” tanya salah satu warga yang hadir dalam forum dialog terbuka tersebut.

DPRD Malang Desak Sanksi Tegas Dapur MBG Usai Skandal Belatung di Puding!

Menanggapi hal itu, Asmualik menyatakan akan mengkaji lebih dalam bersama Dinas Kesehatan Kota Malang. Ia menjelaskan bahwa KIS ditujukan bagi masyarakat kurang mampu dan dibiayai oleh APBN, sementara BPJS Mandiri adalah peserta yang membayar iuran secara mandiri. Perbedaan ini kadang berdampak pada jenis layanan yang diterima, terutama dalam pengobatan jangka panjang.

“Kami akan dorong agar tidak ada diskriminasi layanan. Penyakit kronis tidak pilih kartu. Semua warga berhak sehat,” tegas Asmualik, yang juga menyoroti pentingnya transparansi dan keadilan dalam sistem jaminan kesehatan.

Selain isu kesehatan, Asmualik memperkenalkan gagasan Sekolah Rakyat sebagai bentuk pendidikan alternatif berbasis komunitas. Menurutnya, pembangunan jiwa dan karakter warga sama pentingnya dengan pembangunan fisik. “Kita butuh infrastruktur jiwa, bukan hanya bangunan. Sekolah Rakyat adalah ruang belajar untuk semua,” ujarnya.

Kegiatan reses ditutup dengan ajakan kolaboratif dari Asmualik kepada seluruh warga Malang untuk terus menyuarakan aspirasi dan terlibat aktif dalam pembangunan. “Mari kita bangun Malang bukan hanya dengan anggaran, tapi dengan keberpihakan. Karena kota ini milik kita semua,” pungkasnya.(ddk)

Ketua DPRD Malang Ungkap Bahaya Gadget dan AI pada Anak: Perda Kota Layak Anak Perlu Diperkuat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *