Malang, opinijatim.com – Dalam semangat memperingati bulan kemerdekaan, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang sukses menggelar Gebyar Pembauran Kebangsaan di rooftop Malang Town Square (MATOS), Sabtu (23/8). Acara ini mendapat apresiasi tinggi dari DPRD Kota Malang sebagai wujud nyata komitmen menjaga persatuan dalam keberagaman.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyebut bahwa acara ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan simbol kuat dari semangat kebangsaan yang hidup di tengah masyarakat multikultural Kota Malang.
“FPK telah menunjukkan bahwa pembauran bukan hanya wacana, tetapi bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Amithya kepada awak media usai acara.
Lebih dari 30 organisasi daerah mahasiswa dan komunitas kesukuan turut ambil bagian, menampilkan ragam seni dan budaya dari Aceh, Papua, Lampung, hingga Sulawesi Selatan. Penampilan busana adat dan tarian tradisional menjadi daya tarik utama yang memukau pengunjung MATOS sore itu.
DPRD Kota Malang menilai partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai daerah sebagai indikator positif bahwa semangat nasionalisme masih kuat di kalangan generasi muda. “Kita perlu terus mendukung ruang-ruang ekspresi seperti ini agar semangat kebangsaan tetap tumbuh dan relevan,” tambah Amithya.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., juga turut hadir dan menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan FPK. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah dinamika perkotaan yang semakin kompleks.
Sementara itu, Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman, menyebut bahwa Gebyar Pembauran Kebangsaan merupakan program perdana pasca pelantikan FPK pada Juli lalu. “Kami ingin memulai langkah dengan kegiatan yang menyatukan, bukan memisahkan,” tegasnya.
Mahasiswa peserta, seperti Azia Thahira dan Muhammad Rizki dari Orda Aceh, mengaku bangga bisa berkontribusi dalam acara yang mengangkat identitas budaya mereka. “Kami merasa dihargai dan diterima sebagai bagian dari Kota Malang,” ujar Azia.
DPRD berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat. “Kebhinekaan adalah kekuatan kita, dan FPK telah membuktikan bahwa dengan niat baik, perbedaan bisa menjadi kekayaan, bukan pemisah,” tutup Amithya.(ddk)



Comment