Malang, OpiniJatim.com – Komisi D DPRD Kota Malang menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kasus campak di Kota Malang dan wilayah sekitarnya, terutama pada anak-anak yang imunisasinya tidak lengkap atau belum pernah divaksin. Anggota Komisi D, Suryadi, menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian serius karena sebagian besar kasus berat hingga fatal terjadi pada balita akibat mobilitas penduduk yang tinggi. “Tingginya mobilitas penduduk antarwilayah juga berkontribusi terhadap penyebaran penyakit campak,” ujar Suryadi kepada wartawan.
Ia memuji langkah cepat Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatan yang menggelar imunisasi massal (ORI) mulai 2-6 Februari 2026 di wilayah Puskesmas Janti seperti Tanjungrejo, menargetkan 12.633 anak usia 9 bulan hingga di bawah 13 tahun di 132 pos layanan. “Pemerintah juga perlu memperketat deteksi dini, penemuan kasus aktif, pelacakan kontak erat, serta pelaporan rutin untuk mencegah penularan lanjutan,” tambahnya. Suryadi menyarankan sosialisasi masif hingga RT/RW dengan melibatkan tokoh masyarakat dan agama agar imunisasi dianggap aman, halal, dan efektif.
Komisi D berkomitmen menjalankan pengawasan, penganggaran, dan legislasi untuk memastikan vaksin mencukupi tanpa keterlambatan. “Kami ingin memastikan vaksin tersedia cukup dan tidak ada keterlambatan penanganan di lapangan,” tegasnya. DPRD mengimbau orang tua tidak ragu membawa anak ke pos imunisasi demi memutus rantai KLB ini.(red)



Comment