Malang, opinijatim.com Peresmian ini menjadi titik ketiga dari rangkaian peluncuran Anjungan Air Minum Mandiri Mizuone di Kota Malang, setelah sebelumnya diresmikan di wilayah Klojen dan Kayutangan. Program ini digagas oleh Pemerintah Kota Malang melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tugu Tirta sebagai bentuk inovasi pelayanan publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Acara peresmian dihadiri oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., bersama jajaran kepala perangkat daerah, Camat dan Lurah Klojen, Direktur Utama Tugu Tirta, Kepala BNI 46 Malang, Ketua Hiswana Migas Malang, serta pengurus Koperasi Merah Putih Kelurahan Oro-Oro Dowo. Kehadiran Ketua DPRD Amithya dan Wakil Ketua II Triio Agus menunjukkan dukungan legislatif terhadap program penyediaan air minum sehat di ruang publik.
Wali Kota Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan anjungan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung pasar. “Ketersediaan air siap minum yang sehat dan aman sangat penting tidak hanya bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan publik yang inklusif,” ujar Wahyu Hidayat.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. “Kami mendukung penuh program ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam hal kesehatan dan efisiensi biaya,” ungkap beliau dalam wawancara singkat di lokasi acara.
Mesin Mizuone yang diresmikan di Pasar Oro-Oro Dowo merupakan bagian dari rencana besar pemasangan 57 unit anjungan di seluruh kelurahan di Kota Malang. Dengan teknologi filtrasi modern, mesin ini mampu menyediakan air minum berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan gratis untuk beberapa kalangan tertentu.

Direktur Utama Tugu Tirta menjelaskan bahwa mesin Mizuone dirancang untuk memenuhi standar air minum layak konsumsi dan telah melalui uji laboratorium. “Kami pastikan air yang keluar dari mesin ini aman dan sesuai standar kesehatan,” jelasnya. Program ini juga didukung oleh BNI 46 dan Hiswana Migas sebagai mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur dan pembiayaan.
Kehadiran pengurus Koperasi Merah Putih dalam acara ini menunjukkan keterlibatan komunitas lokal dalam mendukung program air minum mandiri. Koperasi diharapkan dapat menjadi mitra dalam pengelolaan dan pemeliharaan anjungan agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Dengan peresmian titik ketiga ini, Pemerintah Kota Malang semakin mendekati target pemerataan akses air minum bersih di seluruh wilayah. Program ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan pelayanan publik berbasis kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan dan lingkungan.
Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemangku kepentingan, yang berharap agar program serupa dapat diperluas ke fasilitas umum lainnya seperti sekolah, taman kota, dan terminal. Sinergi antara pemerintah, legislatif, swasta, dan komunitas menjadi kunci keberhasilan program Anjungan Air Minum Mandiri di Kota Malang.*ddk



Comment