Malang, opinijatim.com Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Lapangan Rampal Kota Malang menjadi saksi semangat nasionalisme yang membara pada Minggu, 5 Oktober 2024. Upacara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, termasuk Ketua DPRD Kota Malang, Amithya, yang turut serta dalam barisan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat umum.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan prosesi upacara yang berlangsung khidmat. Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat memenuhi Lapangan Rampal, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peringatan delapan dekade pengabdian TNI. Tema yang diusung tahun ini adalah “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, mencerminkan semangat sinergi antara militer dan rakyat.
Amithya, dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Kota Malang, menyampaikan apresiasi atas dedikasi TNI dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terhadap jasa TNI yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ujarnya singkat saat ditemui di lokasi upacara.
Selain upacara militer, rangkaian kegiatan juga mencakup pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang TNI. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Kolonel Purn Chrisetyomo, Ketua DPC Pepabri, sebagai bentuk penghargaan kepada para veteran yang telah berjuang demi kemerdekaan.
Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, membuka Bazar UMKM yang menjadi bagian dari acara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi lokal dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Produk-produk lokal dari pelaku usaha kecil menengah dipamerkan dan mendapat sambutan hangat dari pengunjung.
Letkol Inf Dedy Azis, Komandan Kodim 0833/Kota Malang, menegaskan pentingnya profesionalisme dan kesiapan operasional TNI dalam menghadapi tantangan masa depan. “Momentum HUT ke-80 ini harus menjadi refleksi bagi kita semua untuk terus memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat,” katanya dalam sambutannya.
Suasana di Lapangan Rampal dipenuhi nuansa kebersamaan dan patriotisme. Kehadiran tokoh-tokoh daerah seperti Amithya dan Forkopimda menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI-Polri tetap terjaga demi stabilitas dan kemajuan Kota Malang.
Masyarakat yang hadir juga menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak dari mereka membawa atribut merah putih, mengenakan pakaian bernuansa militer, dan mengabadikan momen bersejarah ini melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme tetap hidup di tengah masyarakat.
Peringatan HUT ke-80 TNI di Malang menjadi bukti bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada militernya, tetapi juga pada solidaritas antara pemerintah, aparat, dan rakyat. Kehadiran Amithya sebagai Ketua DPRD memperkuat pesan bahwa pembangunan dan keamanan harus berjalan beriringan.
Dengan semangat kebangsaan yang terpancar dari setiap rangkaian acara, peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI.*ddk



Comment