Malang, opinijatim.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa. Dalam Sidang Tahunan MPR RI yang digelar Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan yang menyoroti capaian pemerintahan, arah kebijakan nasional, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pidato tersebut diikuti secara daring oleh jajaran DPRD Kota Malang dalam rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita (Mia), menegaskan pentingnya memperkuat sumber daya manusia (SDM) lokal sebagai pondasi pembangunan daerah.
“Pembangunan fisik memang penting, tetapi pembangunan SDM adalah investasi jangka panjang yang tak bisa diabaikan. Kota Malang harus menjadi contoh dalam hal ini,” ujar Mia dalam keterangannya usai mengikuti pidato kenegaraan secara daring.
Presiden Prabowo dalam pidatonya menyampaikan sejumlah capaian pemerintahan selama 299 hari masa kerja, di antaranya penghematan anggaran sebesar Rp300 triliun, pertumbuhan ekonomi 5,12 persen pada kuartal II 2025, serta realisasi investasi sebesar Rp942 triliun. Ia juga menyoroti keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan surplus produksi beras dan jagung.
Di sektor pendidikan, Prabowo menekankan pentingnya pembangunan Sekolah Rakyat sebagai solusi pemerataan akses pendidikan. Program ini dinilai sejalan dengan visi Kota Malang yang tengah mengembangkan ekosistem pendidikan inklusif dan berbasis komunitas.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut merespons pidato tersebut dengan menyatakan kesiapan daerah dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN). “Kami akan memastikan bahwa program pusat bisa diterjemahkan secara efektif di tingkat lokal, terutama dalam hal pendidikan dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti posisi strategis Indonesia di kancah global, termasuk bergabungnya Indonesia dengan BRICS dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Hal ini dinilai sebagai langkah diplomatik yang memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berdaulat dan berpengaruh.
Ketua DPRD Kota Malang menambahkan bahwa semangat pidato kenegaraan harus diterjemahkan dalam kebijakan daerah yang berpihak pada masyarakat. “Kami akan mengawal agar setiap program yang menyentuh rakyat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, benar-benar terealisasi,” tegas Mia.
Dengan semangat kemerdekaan dan arah kebijakan yang jelas, Kota Malang diharapkan mampu menjadi lokomotif pembangunan di Jawa Timur, khususnya dalam hal penguatan SDM dan pelayanan publik yang inklusif. (ddk)



Comment