Malang, Opinijatim.com – Arema FC dan seluruh keluarga besar Aremania berduka cita mendalam atas meninggalnya legenda klub sekaligus asisten pelatih Abah Kuncoro (58). Almarhum kolaps saat mengikuti pertandingan persahabatan (charity match) di Stadion Gajayana, Malang pada Senin sore (19/1/2026). Jenazah pria yang dikenal sebagai ikon sepak bola Malang ini telah dimakamkan di Gondanglegi hari ini.
Insiden tragis terjadi di tengah antusiasme ribuan penonton saat Abah Kuncoro tiba-tiba kolaps di pinggir lapangan pada jeda pertandingan. Tim medis langsung berupaya pertolongan pertama, namun nyawa pelatih berpengalaman ini tidak tertolong meski sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pengurus Arema FC segera mengeluarkan pernyataan duka cita resmi, menyebut Abah Kuncoro sebagai “sahabat, guru besar, dan legenda hidup Arema FC yang penuh dedikasi untuk sepak bola Malang.”
Selama lebih dari dua dekade, Abah Kuncoro berdedikasi sebagai pelatih fisik dan asisten pelatih berbagai era Arema FC, melatih generasi emas dari era 90-an hingga pemain muda kontemporer. Banyak mantan pemain mengidolakannya karena pendekatan humanis sekaligus disiplin ketat, sehingga dijuluki “Abah” atau “Bapak Angkat” pemain muda Arema.
Berita duka ini memicu gelombang belasungkawa dari suporter Aremania yang menggelar doa bersama di Patung Arema dan Stadion Kanjuruhan. Pemakaman di Gondanglegi dihadiri ribuan pelayat termasuk eks pemain, pengurus klub, dan warga Malang. Abah Kuncoro meninggalkan istri dan tiga anak, sementara Arema FC berjanji mengabadikan perjuangannya melalui Arema Academy.
Komunitas sepak bola nasional turut berduka. PSSI Jatim, mantan pelatih Arema, eks pemain senior, hingga klub Liga 1 menyampaikan doa terbaik. “Kehilangan Abah Kuncoro adalah kehilangan besar bagi sepak bola Malang. Dedikasinya tidak akan pernah terlupakan,” tulis akun resmi Aremania Malang United Supporter (AMUS).(ddk)



Comment