Surabaya, Opinijatim.com – Jawa Timur resmi mencatatkan sejarah emas dengan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp147,7 triliun, melampaui target Renstra 2025-2026 sebesar Rp147,5 triliun atau 100,1 persen. Capaian luar biasa ini menempatkan Jatim di peringkat ketiga nasional dengan kontribusi 8,1 persen dari total investasi Indonesia, mengalahkan ekspektasi di tengah gejolak ekonomi global.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkap dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp101,8 triliun (69%) dan PMA Rp43,3 triliun, ditambah investasi UMK Rp2,6 triliun yang tumbuh pesat berkat program SALEHA. Triwulan IV 2025 mencatat lonjakan dramatis Rp40 triliun atau naik 31,6% q-to-q dan 11,4% y-o-y, dengan PMDN mencapai Rp29,2 triliun (73%). “Ini bukti kepercayaan investor domestik terhadap stabilitas Jatim, infrastruktur Tol Trans Jawa, dan digitalisasi perizinan JOSS,” tegas Khofifah Senin (19/1/2026).
Khofifah menyoroti transformasi digital layanan perizinan melalui sistem JOSS, JOSS GANDOS, dan helpdesk yang menerbitkan 52.888 izin usaha, serta program POINT Jatim dan KLIK (Klinik Investasi Keliling) yang mengawal hambatan investasi. “Konsistensi menjaga kepastian hukum, infrastruktur pelabuhan efisien, dan formalisasi UMK jadi kunci naik kelas ekonomi Jatim,” tambahnya.
Capaian ini menegaskan Jatim sebagai magnet investasi utama dengan pertumbuhan UMK yang strategis untuk pemerataan ekonomi. Khofifah optimis momentum ini berlanjut pada 2026 melalui penguatan sinergi 38 kabupaten/kota.(ddk)



Comment