Malang, opinijatim.com – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan pentingnya peran pelajar Muhammadiyah dalam membangun karakter di era digital. Dalam Konferensi PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Malang yang digelar Sabtu (26/7/2025), Mia—sapaan akrabnya—menyoroti urgensi literasi digital yang beretika sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Literasi digital bukan hanya soal kemampuan teknis, tapi juga menyangkut etika, moral, dan kesehatan mental. Ini harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan kita,” ujar Mia di hadapan peserta konferensi.
Sebagai pimpinan legislatif, Mia menyampaikan bahwa DPRD Kota Malang siap mendorong kebijakan yang mendukung penguatan karakter pelajar, termasuk melalui regulasi pendidikan dan pengawasan konten digital. Ia menyayangkan belum adanya kurikulum yang secara komprehensif mengajarkan kecerdasan digital di sekolah-sekolah.

“Generasi muda harus dibekali kemampuan memilah informasi dan menjaga integritas di ruang digital. Jangan sampai media sosial menjadi ladang ujaran kebencian,” tegasnya.
Mia juga mengapresiasi prinsip 3T—Tertib Ibadah, Tertib Organisasi, dan Tertib Belajar—yang diusung oleh IPM sebagai fondasi pembentukan karakter. Menurutnya, prinsip tersebut relevan dengan tantangan zaman dan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pendidikan daerah.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, turut mendukung gagasan tersebut dan mengajak pelajar untuk mengaktualisasikan diri secara positif. Ia menekankan bahwa aktualisasi diri harus berdampak dan berkemajuan, bukan sekadar eksistensi di media sosial.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, menambahkan bahwa pelajar Muhammadiyah harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak mulia. Ia mengajak IPM untuk menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan pembelajaran.
“IPM punya posisi strategis untuk mendorong transformasi nilai di kalangan pelajar. Mari aktualisasikan diri sebaik mungkin dan tetap hati-hati dalam bersikap,” tandas Haris.
Konferensi ini menjadi momentum refleksi 64 tahun perjalanan IPM, sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk menjadi pelopor perubahan positif. DPRD Kota Malang berharap kolaborasi lintas pihak dapat memperkuat pendidikan karakter sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.(ddk)



Comment