Inspirasi Politik
Home / Politik / Dr. Suyadi Dorong Literasi Anak Lewat Buku Karya Sendiri di Perpustakaan Kota Malang

Dr. Suyadi Dorong Literasi Anak Lewat Buku Karya Sendiri di Perpustakaan Kota Malang

Malang, opinijatim.com – Dalam semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Dr. Suyadi, anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi NasDem, menunjukkan komitmen nyata terhadap dunia pendidikan dengan cara yang tak biasa: ia merogoh kocek pribadi untuk membeli buku karya anak-anak dan mendorong agar buku-buku tersebut masuk ke perpustakaan kota.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas anak-anak Kota Malang yang telah menghasilkan karya tulis layak baca. Menurut Suyadi, literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga tentang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan gagasan mereka melalui tulisan.

“Saya ingin anak-anak Kota Malang merasa dihargai. Karya mereka harus punya tempat, dan perpustakaan adalah ruang yang tepat untuk itu,” ujar Suyadi saat ditemui usai kegiatan serap aspirasi menjelang HARDIKNAS.

Ia menambahkan bahwa pendidikan harus menyentuh aspek emosional dan sosial anak, bukan sekadar akademik. Dengan menghadirkan karya anak-anak di perpustakaan, Suyadi berharap akan tumbuh rasa bangga dan motivasi untuk terus berkarya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya DPRD Kota Malang dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat. “Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi juga ruang tumbuhnya ide dan semangat belajar,” tegasnya.

DPRD Malang Desak Sanksi Tegas Dapur MBG Usai Skandal Belatung di Puding!

Suyadi menyebut bahwa langkah ini sejalan dengan visi pendidikan inklusif dan partisipatif yang ia perjuangkan selama menjabat. Ia juga mendorong agar pemerintah kota lebih aktif dalam mengakomodasi karya lokal, termasuk dari anak-anak dan pelajar.

Dalam kesempatan yang sama, beberapa guru dan orang tua menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menilai bahwa dukungan terhadap karya anak-anak akan memperkuat budaya literasi sejak dini.

“Ini bukan sekadar membeli buku, tapi memberi anak-anak panggung untuk menunjukkan bahwa mereka mampu,” kata salah satu guru SD di Kecamatan Sukun.

Suyadi berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi anggota dewan lainnya dan masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak. “Kalau kita mulai dari hal kecil, dampaknya bisa besar. Literasi adalah fondasi masa depan,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan, Dr. Suyadi membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari tindakan sederhana namun bermakna.(ddk)

Ketua DPRD Malang Ungkap Bahaya Gadget dan AI pada Anak: Perda Kota Layak Anak Perlu Diperkuat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *