Malang, opinijatim.com – Sebuah pameran seni bertajuk Bangga Indonesia digelar oleh Zumenart di Ballroom The Shalimar Boutique Hotel, Kota Malang, mulai Sabtu (27/7/2025) hingga Rabu (30/7/2025). Pameran ini menghadirkan karya seni anak-anak dalam bentuk permainan Monopoli yang menggambarkan kekayaan budaya dari 38 provinsi di Indonesia.
Sebanyak 60 anak berusia 5 hingga 16 tahun turut ambil bagian, mengenakan busana adat dan memamerkan karya mereka yang terdiri dari lukisan akrilik, digital, guache, dan watercolor. Salah satu peserta, Jaden Anders (13), menampilkan karya berjudul “Proklamator” yang menggambarkan sosok Soekarno sebagai tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
“Prosesnya cukup menantang karena referensi foto kecil dan tidak berwarna. Tapi saya berusaha agar ciri khas Bung Karno tetap terlihat,” ujar Jaden.
Pameran ini juga menjadi ajang edukasi dan sosial. Anak-anak diajak bekerja sama dalam tim melalui permainan Monopoli yang bisa dimainkan bersama keluarga. Selain itu, 70 persen hasil penjualan karya akan didonasikan untuk mendukung pelestarian Tari Topeng Malangan melalui Yayasan Asmorobangun.
Kurator Agus “Koecink” Sukamto menilai bahwa anak-anak telah melakukan riset mendalam sebelum berkarya. “Kita patut bangga, karena mereka tidak hanya berkarya, tapi juga belajar tentang budaya dan masa depan mereka,” katanya.
Pimpinan Zumenart, Win Fajar Adventa, menambahkan bahwa kegiatan ini melatih anak-anak untuk memahami nilai karya seni dan pentingnya kerja sama. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa seni bisa menjadi media edukasi dan sosial,” ujarnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran ini. “Kegiatan seperti ini penting untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda di tengah arus globalisasi,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan seni yang melibatkan anak-anak. “Seni adalah warisan abadi. Kami di DPRD Kota Malang sangat mendukung kegiatan seperti ini karena menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran budaya bagi generasi muda,” ujar Amithya. Ia juga menambahkan bahwa DPRD siap memfasilitasi kegiatan seni agar terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak di Kota Malang.
Pameran Bangga Indonesia merupakan bagian dari rangkaian Tong Tong Night Market 2025, festival budaya dan kuliner yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN). Dukungan juga datang dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur dan The Shalimar Boutique Hotel sebagai tuan rumah acara.
Dengan semangat nasionalisme dan kreativitas, anak-anak Malang menunjukkan bahwa seni bisa menjadi jembatan antara generasi dan budaya.(ddk)



Comment